Liburan di Malang untuk Slow Traveler: Menikmati Kota Tanpa Terburu-Buru
- digiteam

- 7 days ago
- 4 min read
Areh-arek Malang lan rek-rek dolaners, kowe mesthi tau ngrasakke liburan sing rasane kebut: dari satu tempat ke tempat lain, fotone akeh tapi atine ora sempet ngrasakke. Yen kowe pengin ganti pola, Malang cocok banget kanggo dicicipi pelan-pelan. Kutha adem iki pas kanggo sing seneng “slow travel”: jalan pelan, stay luwih suwe, ngobrol karo warga, lan nikmati urip nganggo ritme sing luwih tenang.
Baca Juga:
Kenapa Malang Cocok untuk Slow Traveler?
Malang punya kombinasi unik antara kota heritage, ruang hijau, dan akses mudah ke alam pegunungan. Jarak antar spot wisatanya relatif dekat, sehingga kamu bisa mengunjungi beberapa tempat tanpa harus menempuh perjalanan panjang setiap hari. Udaranya yang sejuk juga membuat aktivitas sederhana seperti jalan kaki, duduk di taman, atau ngopi di teras terasa jauh lebih menyenangkan.
Bagi slow traveler, kelebihan Malang ada pada ritmenya: tidak sepadat kota besar, tapi cukup hidup untuk diajak nongkrong dan mengamati keseharian warganya. Dari boulevard rindang seperti Jalan Ijen sampai kampung tematik dan desa sekitar, banyak ruang yang mendukung gaya hidup lebih pelan dan sadar.
Cara Menikmati Kota Tanpa Terburu-Buru
Slow travel di Malang bisa dimulai dari hal kecil: memilih sedikit tujuan tapi dinikmati lebih lama. Misalnya, satu hari penuh hanya untuk area pusat kota mulai dari jalan santai dari Alun-Alun ke Kayutangan Heritage, mampir ke gereja tua, duduk di taman, lalu mengakhiri hari di kafe favorit. Di lain hari, kamu bisa menghabiskan waktu di kawasan Ijen Boulevard yang rindang, membaca buku di bawah pohon, atau sekadar memotret rumah-rumah kolonial.
Prinsipnya, jangan mengejar “sebanyak mungkin tempat”, tapi fokus pada kualitas pengalaman: ngobrol dengan penjual kaki lima, mencicipi jajanan yang disarankan warga lokal, atau ikut kegiatan kecil di kampung wisata. Bahkan kunjungan ke desa seperti Pujon atau Oro-Oro Ombo di Batu bisa menjadi pengalaman slow living: melihat kebun, menikmati hasil bumi, dan merasakan ritme hidup pedesaan yang lebih santai.

Aktivitas Slow Travel yang Nyaman di Malang
Beberapa aktivitas yang selaras dengan semangat slow travel di Malang antara lain:
Jalan kaki pagi atau sore di kawasan heritage seperti Kayutangan dan Jalan Ijen, menikmati arsitektur tua, berhenti kapan saja untuk foto atau ngopi.
Duduk lama di taman kota seperti Alun-Alun atau Tarekot, mengamati orang lewat, memberi makan burung, atau sekadar mendengarkan suara kota yang pelan.
Kunjungan harian ke alam sekitar bukan untuk “ngejar checklist”, tapi untuk benar-benar menikmati udara segar di kebun teh, desa pegunungan, atau lembah hijau seperti Brakseng.
Wisata kuliner pelan-pelan, memilih satu atau dua tempat dalam sehari dan menikmatinya dengan tenang: bakso, rawon, cwie mie, lalu ditutup kopi atau wedang di malam hari.
Dengan pola ini, kamu memberi ruang bagi tubuh untuk istirahat dan bagi pikiran untuk benar-benar menyerap pengalaman, bukan hanya mengumpulkan foto.

Riche Heritage Hotel: Rumah Nyaman di Titik Nol Kota
Untuk slow traveler, penginapan bukan sekadar tempat tidur, tapi “rumah sementara” tempat kembali setiap hari. Riche Heritage Hotel menawarkan pengalaman itu di titik nol Kota Malang: tepat di depan Alun-Alun dan di mulut koridor Kayutangan Heritage. Menginap di sini berarti kamu tinggal beberapa langkah dari taman kota, jalur jalan kaki, kuliner kaki lima, dan bangunan heritage semua bisa dinikmati tanpa terburu-buru.
Beberapa hal yang membuat Riche pas untuk slow travel:
Lokasi pusat kota, tapi tetap ayem
Di luar, kota berdenyut; di dalam, suasana hotel terasa tenang dengan lorong klasik dan pencahayaan hangat. Kamu bisa keluar sebentar menikmati keramaian, lalu kembali untuk beristirahat kapan pun dibutuhkan.
Suasana heritage yang penuh cerita
Bangunan peninggalan era kolonial dengan fasad tinggi, jendela besar, dan interior vintage membuat hotel ini seperti museum hidup. Setiap hari kamu bisa menemukan detail baru: foto-foto lama, lampu gantung, hingga ornamen kayu yang menambah rasa “pulang ke rumah lama”.
Kamar bertema yang nyaman untuk tinggal lebih lama
Mulai Superior hingga Family Room, kamar-kamar di Riche dirancang untuk tamu yang mungkin ingin tinggal beberapa malam: ada meja kerja, pencahayaan lembut, dan fasilitas modern seperti AC dan Wi-Fi yang mendukung slow traveler yang juga perlu bekerja jarak jauh.
Di pagi hari, kamu bisa sarapan santai di Cafe Oey dengan menu hangat seperti soto atau rawon lalu membaca buku di selasar atau taman kecil hotel sebelum mulai menjelajah. Di sore hari, kembali ke hotel untuk nap siang, menulis jurnal perjalanan, atau sekadar menonton kota dari balik jendela.

Mengaitkan Slow Travel dengan Kuliner dan “Me Time”
Slow travel di Malang juga erat kaitannya dengan cara menikmati makanan dan waktu sendiri. Di sekitar Riche Heritage Hotel, banyak warung dan kafe yang bisa kamu kunjungi pelan-pelan: hari ini mencoba bakso dekat alun-alun, besok menikmati kopi di kafe Kayutangan, lusa sarapan pecel di sudut lain. Dengan menginap di pusat kota, kamu punya keleluasaan untuk kembali ke tempat yang disukai tanpa perlu menempuh perjalanan jauh.
Di dalam hotel, Cafe Oey bisa menjadi “pos utama” untuk me time: memilih satu menu favorit, duduk di pojok dekat jendela, dan menikmati suasana tanpa dikejar waktu. Jika tubuh terasa pegal setelah beberapa hari berjalan kaki, Gayatri Spa di area hotel menawarkan pijat dan perawatan tradisional Jawa yang selaras dengan semangat slow living memperlambat ritme dan kembali mendengarkan tubuh.
Promo dan Mengatur Stay Lebih Lama di Riche Heritage Hotel
Slow traveler cenderung menginap lebih lama di satu tempat. Riche Heritage Hotel mendukung pola ini lewat berbagai promo dan opsi pemesanan:
Diskon kamar di platform pemesanan tertentu, membuat menginap beberapa malam di pusat kota lebih terjangkau.
Paket menginap dengan sarapan untuk dua orang, sehingga kamu tidak perlu memikirkan di mana harus mencari makan pagi setiap hari.
Di periode tertentu, ada tambahan benefit seperti voucher makan atau potongan harga spa, cocok untuk tamu yang ingin memaksimalkan pengalaman staycation sambil slow travel di kota.
Untuk reservasi, hubungi WhatsApp 0896 1679 5100, telepon (0341) 325460, atau www.hotelriche.co.
Rek, kadang sing dibutuhake dudu liburan sing adoh lan rame, nanging kesempatan kanggo melambat: mlaku pelan, ngrungokke swara kutha, ngobrol karo wong anyar, lan turu neng kamar sing anget tanpa dikejar jadwal. Malang nyediakke panggung kanggo kuwi kabeh.
Dengan menjadikan Riche Heritage Hotel sebagai rumah sementara di titik nol kota, slow travel di Malang terasa luwih gampang lan alami: saka kene kowe iso mlaku neng Kayutangan, lungguh neng alun-alun, mlipir neng desa pegunungan, banjur bali menyang kamar sing wis nunggu. Liburanmu ora mung soal daftar tempat, tapi soal caramu ngrasakke saben detik perjalanan yang pelan, sadar, lan penuh rasa syukur.










Comments